web 2.0

Jumat, 23 Juli 2010

Hiruk Pikuk Saat Matahari Mulai Mengintip

Pagi ini matahari bersinar dengan cerah. Saya melangkahkan kaki keluar rumah. Cahaya matahari yang berkilat menyambut menyilaukan mata. Bayangan saya masih terlihat pendek. Itu menunjukkan ini baru jam enam pagi. Saya berdiri di bahu jalan menunggu bus Bekasi - Kp. Rambutan menjemput. Yach, walaupun masih pagi seperti ini, orang-orang sudah sibuk dengan rutinitas masing-masing. Terutama orang kantoran. Waktu seperti ini adalah waktu yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak, jalanan macet sekali. Hampir semua mobil yang akan memasuki gerbang tol berjalan sangat lambat. Atau mungkin nyaris berhenti. Kemacetan luar biasa memang paling sering terjadi saat jam berangkat kerja dan pulang kerja. Seperti saat ini. Kadang para kerah putih sering di buat jengkel oleh para pengendara motor yang se enaknya. Dari balik kaca mobil itu memang terlihat jelas mimik mereka. Dengan muka merah padam mereka berlomba-lomba bermain klakson. Hm… Saya juga ikut jengkel. Suara bising membuat saya tidak nyaman. Belum lagi semakin banyak kendaraan yang berlalu lalang menyebabkan saya tidak lagi bisa menghirup udara segar. Huh.

Silahkan anda membuat ricuh di jalanan, tapi tolong anda buat saja jalan anda sendiri. Huft.


Ya, seharusnya pagi hari adalah waktu di mana kita bisa merasakan bersihnya udara. Ah… tapi apa kenyataannya, di kota metro seperti ini, hal itu akan sulit sekali di raih. Kecuali jika kita membuat hutan pribadi di pekarangan rumah. Tapi rumah-rumah disini kan tidak ada pekarangannya. Kecuali di kawasan elite yang harga satuannya pun mencapai milliaran.

Huft… Saya mulai tidak suka dengan lingkungan ini. Semua orang sibuk bekerja. Saya mulai membayangkan bagaimana bila esok saya akan menjadi bagian dari mereka semua yang menyebalkan ini. Mereka yang egois demi kepentingan mereka masing-masing. Mereka yang membuat senyuman matahari pagi ini menjadi tidak indah lagi.

Ah… saya akan menyesal bila ternyata nanti saya termasuk menjadi bagian mereka. Saya menjadi salah seorang penyebab polusi di kota yang menurut saya sudah kumuh ini.
Flat… Pikiran saya tiba-tiba flat. Saya masih tetap terdiam menunggu bus itu menjemput…

1 komentar:

Anonim mengatakan...

setuju sekaliii..
yang harus kita lakukan juga adalah..
hindari rokok!!!!
;) *memang lebay klo soal rokok

Posting Komentar