
Di suatu ruangan yang penuh hiruk pikuk suara, hati Raghib bergetar. Ya, hatinya seakan berontak. Dia tidak bisa menerima apa yang di teriakkan senior-senior itu.
“ Kita ini adalah generasi penerus, kita harus berjuang guna meneruskan pahlawan-pahlawan kita yang telah gugur…bla blab la…”
Dia tak setuju bila dirinya disebut menjadi generasi penerus.Suara-suara itu membuat telinganya semakin gatal saja. Apa yang harus di teruskan dari bangsa yang sudah rusak ini. Bangsa yang memiliki sejuta kebiasaan yang tak lazim. Jam karet lah, korupsi lah, kolusi lah, pencurian, video mesum. Ah… Bagi dirinya hal itu sudah cukup banyak menjadi bukti bahwa kita tidak perlu lagi meneruskan Negara ini. Dia ingin segera pindah dari Negara yang serba lebih ini. Ya, memang Negara ini lebih dalam segala hal, lebih penduduk, lebih SDM, lebih SDA, lebih buruk, lebih utang, dan lebih-lebih lainnya. Tiba-tiba lamunannya terputus.
“hei kamu cecunguk, ngapain kamu melamun? Dasar pemuda tak punya semangat.”
“hmm..”
Raghib hanya menunduk dan mngumpat dalam hati. Ah, menyebalkan sekali.
Senior-senior it terus memaki-maki Raghib. Mereka seakan menemukan mangsa empuk. Dari suara yang tadi hanya satu dalam skejap berubah menjadi kicauan yang tak henti-hentinya. Tapi Raghib bergeming sampai acara Orientasi Mahasiswa Baru itu selesai.
Di perjalanan pulang dia trus berpikir. Sebenarnya apa yang harus di harapkan dari Negara ini jika yang terjadi tiap hari adalah masalah demi masalah. Ah, saya sudah capek memikirkan solusi. Jika tak ada praktek semua akan sama saja. Dalam lamunannya yang semakin tenggelam, dia teringat kata-kata yang sangat mengena dari So Hok GIe
“Di Indonesia hanya ada 2 pilihan: menjadi idealis atau apatis. Saya sudah lama memutuskan bahwa saya harus menjadi idealis sampai batas-batas sejauh-jauhnya.”
(Soe Hok Gie, dalam Catatan Seorang Demonstran)
Ya benar, kalau kita tidak berbuat sesuatu maka siapa lagi yang akan bergerak dan merubah negeri ini? Toh, perubahan akan muncul dari seorang yang memilki idealism tinggi. Kita lihat saja bung Karno, dia memiliki semangat besar untuk memerdekakan Indonesia, di mana pada jamannya hanya ada sebagian orang yang berpikir sama. Tapi dengan tekad akhirnya dia dan kawan-kawan bisa berbuat hal yang luar biasa.
Raghib kembali sadar. Sekarang semangatnya menjadi menggebu-gebu. Ya, dia bertekad untuk membuat Indonesia menjadi Negara yang sesungguhnya, Negara yang aman, tertib, dan maju tentunya. Maka semua itu harus dimulai dari sekarang.Semua harus di mulai dengan menghapus kebisan dan adat yang buruk semisal jam karet dan kawn-kawannya itu. MAka Mulai saat itu semangatnnya mencuat. Dan dalam satu semester akhirnya untuk langkah awal menjadi seorang pemimpin dan pendobrak dia berhasil mengubah tradisi BEM fakultas yang dia ketuai sendiri.
Mulai detik itu Raghib akan terus berjuang demi merubah Indonesia, Lalu kita sendiri?kapan kita mau bergerak dari tempat kita bersandar sekarang??
Generasi kita adalah generasi Pembaharu dan generasi pendobrak bukan generasi penerus.Semangat !!!

1 komentar:
Is Gambling the game of choice for the casino - DrmCD
Yes, gambling is fun, and if you love a 오산 출장안마 gambling game, then gambling 계룡 출장샵 is fun, and it can be 제주도 출장안마 fun. The goal of Gambling. 정읍 출장안마 For me, 목포 출장샵 gambling is
Posting Komentar